Tips Cara Mengobati Cacar Air (Chickenpox)



Cara Mengobati Cacar Air 

Pengertian Cacar Air

Menurut Wikipedia Carar Air atau Varicella ini adalah suatu infeksi virus yang sangat menular. Cacar air menyebabkan ruam kulit gatal, yang terdiri dari bintik-bintik kecil, menonjol, berisi cairan, atau krusta (keropeng).


Cara Mengobati Cacar Air (Chickenpox)
Cara Mengobati Cacar Air

Penyebab Cacar Air 

Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan melalui percikan air ludah atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit penderita. Cacar Air menular sejak gejala muncul sampai lepuhan terakhir mengering. Oleh karena itu, untuk mencegah penularan sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan),atau dijauhkan dari orang-orang (keluarga anda) .

Gejala Awal Cacar Air :

Cacar air biasanya mulai muncul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi. Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awal yang muncul berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih kecil, gejala pada orang dewasa biasanya lebih berat.
Cara Mengobati Cacar Air Yang Ampuh
Cacar Air
Kemudian dalam waktu 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bercak-bercak merah datar (makula). Kemudian bercak-bercak tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru. Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.

Vesikel relatif lebih sedikit di wajah, lengan dan tungkai, tetapi biasanya lebih banyak ditemukan pada tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Vesikel juga seringkali ditemukan di kulit kepala. Vesikel di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina. 

Adanya lesi pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan.
Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping. Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil. Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.

Cara Pengobatan :

Cacar air yang ringan hanya membutuhkan penanganan terhadap gejala-gejala yang ada. Pemberian kompres dingin bisa dilakukan untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah garukan yang dapat menyebarkan infeksi dan menimbulkan jaringan parut.

Untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:
- penderita tetap mandi. Kulit dibersihkan dengan air dan sabun.
- jaga kebersihan tangan
- kuku dipotong pendek untuk menghindari lesi kulit tergaruk
- pakaian tetap kering dan bersih.

Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin). Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Untuk remaja dan orang dewasa, serta jika berisiko tinggi untuk terjadi komplikasi (misalnya bayi prematur, orang yang mengkonsumsi kortikosteroid, dan anak-anak dengan gangguan sistem kekebalan tubuh), bisa diberikan obat anti-virus, seperti Acyclovir, Famciclovir, atau Valaciclovir. Agar obat efektif, maka obat-obat ini harus diberikan dalam waktu 24 jam sejak sakit dimulai. Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun dan biasanya tidak diberikan untuk wanita hamil.

Untuk menurunkan demam pada anak, sebaiknya diberikan Acetaminophen, dan jangan Aspirin untuk mencegah terjadinya sindroma Reye.


Catatan Penting :
Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka ia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virus bisa tetap ada dan diam di dalam tubuh manusia, kadang virus menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.